oleh

Tinjau Bangkai KM Izhar yang Terbakar, Ridwan Bae Sampaikan Hal Ini

PENASULTRA.COM, KENDARI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ridwan Bae melihat secara langsung bangkai KM Izhar yang terbakar di perairan Pulau Bokori, Kabupaten Konawe, Jumat 16 Agustus 2019.

Kedatangan anggota Komisi V DPR RI ini sebagai bentuk respon wakil rakyat terhadap keselamatan pelayaran pasca terjadinya musibah tenggelamnya KM Izhar.

“Saya sangat prihatin atas musibah ini. Sebagai wakil rakyat kita harus mengetahui penyebab serta penanganan dari tenggelamnya kapal penumpang masyarakat di Sultra,” ungkap Ketua DPD I Partai Golkar Sultra ini saat ditemui diatas Kapal KNP 3.70 milik KSOP Kendari, Jumat 23 Agustus 2019.

Mantan Bupati Muna dua periode ini menjelaskan insiden kapal tenggelam itu perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat berupa perbaikan jalur penyeberangan laut antar kabupaten maupun lintas provinsi.

Baca Juga:  Ridwan Berharap Tetap di Komisi V karena Ingin Wujudkan Kereta Api Masuk Sultra

“Harusnya ada lintasan seperti Kendari sampai Morowali, jika sudah ada lintasan maka pelabuhan Ferry bisa dipastikan dibangun,” ungkapnya.

“Kita akan selesaikan masalah ini. Kami di Komisi V DPR RI pada 30 Agustus nanti bakal kunker dengan menghadirkan Dirjen Perhubungan Darat dan Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub,” tambah Ridwan.

Sementara itu, Kepala KSOP Kendari, Benyamin Ginting mengatakan pihaknya sangat menyambut baik langkah yang diambil Komisi V DPR RI dalam membantu menyelesaikan masalah insiden kapal tenggelam tersebut.

Benyamin menegaskan, KM Izhar ini pada dasarnya telah lulus uji kelayakan berlayar sebagai kapal tradisional kayu. Hanya saja sangat disayangkan terjadi kebakaran ditengah perjalanan.

Baca Juga:  Lagi, Umar Arsal Serahkan Bantuan Traktor untuk Kelompok Tani di Bombana

“Kita sudah menguji kelayakan kapal itu pada 6 Agustus 2019 dan sertifikatnya terbit 7 Agustus. Kapal ini cukup besar bisa mengangkut hingga 76 penumpang. Hanya kendalanya adalah kurangnya alat-alat kelengkapan seperti rakit masih kurang empat harusnya delapan,” ujar perwira Marinir itu.

Benyamin berjanji, sebagai pihak yang berwenang di wilayah perhubungan laut di Kendari, kedepannya akan lebih tegas terhadap seluruh armada kapal yang akan berlayar di pelabuhan Kendari.

“Kita berjanji akan lebih meningkatkan pengawasan supaya tidak terjadi hal serupa,” pungkasnya.(a)

Penulis: Burhanuddin
Editor: Bas

NEWS FEED