Pena Kendari

Kelangkaan BBM Solar: Ketika Pemerintah Kurang Peka terhadap Ancaman Ekonomi Daerah

9
×

Kelangkaan BBM Solar: Ketika Pemerintah Kurang Peka terhadap Ancaman Ekonomi Daerah

Sebarkan artikel ini
Bahar Rustajab, salah satu pengusaha jasa transportasi di Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Kelangkaan BBM jenis Solar yang berlangsung beberapa waktu terakhir dinilai telah mengganggu rantai pasok logistik di Kota Kendari dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini memicu keprihatinan dari pelaku usaha jasa transportasi.

Bahar Rustajab, salah satu pengusaha jasa transportasi di Kota Kendari, menilai persoalan kelangkaan Solar merupakan isu strategis yang dampaknya meluas ke sektor ekonomi.

“Penumpukan peti kemas di Pelabuhan Bungkutoko, terganggunya distribusi barang, dan terbatasnya operasional armada logistik merupakan indikator bahwa rantai pasok sedang mengalami tekanan,” ujar Bahar, Senin 4 Agustus 2026.

Dampak Meluas ke UMKM dan Konsumen

Menurut Bahar, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan angkutan. Pelaku usaha, UMKM, industri, pedagang, hingga masyarakat sebagai konsumen juga akan terdampak.

Ia menyoroti belum terlihatnya langkah koordinasi yang kuat dan cepat dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Pemerintah daerah seharusnya tidak menunggu situasi memburuk sebelum mengambil tindakan. Sebagai pemimpin daerah, pemerintah memiliki peran penting untuk memfasilitasi koordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, pengelola pelabuhan, dan para pelaku usaha logistik agar distribusi BBM Solar tetap terjaga,” kata Bahar.

Stabilitas Harga dan Iklim Investasi Terancam

Bahar menegaskan, gangguan pada logistik bukan hanya menyangkut kelancaran transportasi. Hal ini juga berkaitan dengan stabilitas harga, kepastian pasokan barang, iklim investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Keterlambatan mengambil langkah dapat meningkatkan biaya distribusi, menurunkan daya saing usaha, serta mengurangi kepercayaan dunia usaha terhadap kemampuan pemerintah dalam mengelola persoalan strategis,” jelasnya.

Desak Pemerintah Lebih Responsif

Ia menyebut kritik yang disampaikan bukan untuk menyalahkan, melainkan sebagai dorongan agar pemerintah lebih responsif dan hadir di tengah persoalan masyarakat dan dunia usaha.

“Kepemimpinan yang efektif tercermin dari kemampuan membaca situasi, membangun koordinasi lintas sektor, dan mengambil langkah nyata sebelum dampaknya semakin meluas,” tegas Bahar.

Bahar mendorong pemerintah menjadikan kelancaran distribusi BBM Solar sebagai prioritas.

“Sudah saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dan pelaku usaha. Langkah cepat hari ini akan menentukan stabilitas ekonomi daerah pada hari-hari mendatang,” pungkasnya.(red)