oleh

Ali Mazi Minta BNNP Sultra Berantas Narkotika Secara Komprehensif

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ali Mazi meminta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra terus berupaya memberantas dan menangani kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara komprehensif, menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya penyelamatan generasi-generasi mendatang dari kejahatan narkoba.

Pernyataan Ali Mazi ini diungkapkan saat menyampaikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Instansi Pemerintah di salah satu di Kendari, Rabu 6 Februari 2019.

Menurut Ali Mazi, kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan kejahatan yang luar biasa, terorganisir dan bersifat lintas negara, telah berkembang dengan modus operandi yang semakin maju.

Baca Juga:  Ali Mazi Harap 123 CPNS yang Terima SK Bekerja Dengan Baik

“Kejahatannya tidak hanya bermotif bisnis ilegal demi keuntungan ekonomi semata, namun juga berkembang dengan motif membiayai kejahatan terorisme,” ungkapnya.

Hal ini, kata dia, terlihat dari fakta terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masyarakat yang menunjukkan kecendrungan semakin meningkat dengan korban yang meluas.

“Terutama dikalangan anak-anak, oknum aparatur sipil negara (ASN), anggota kepolisian, kepala daerah, generasi muda hingga lingkungan pesantren. Padahal ini merusak saraf dan otak kita. Mari cari langkah-langkah kongkrit untuk mencegahnya. Apakah sosialisasi yang selalu dilakukan atau apa saja,” bebernya.

Baca Juga:  Mahasiswa Pertanyakan Postingan Istri Gubernur Sultra yang Dinilai Lecehkan Pendemo

Sementara itu, Kepala BNNP Sultra, Brigjend Pol Bambang Priyambada mengakui, untuk di Sultra ada sebanyak 29.012 orang warga yang telah terjangkit narkoba.

“Berdasarkan survei untuk Sultra ada sekitar 1,58 persen atau 29.012 orang yang telah terdeteksi oleh narkoba,” terangnya.

Dari 1.100 total narapidana di Sultra, ada 490 tahanan khusus kasus narkoba.

“Itu ada sekitar 50 persen,” ujarnya.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED