oleh

Balitbang Sultra Gelar FGD Pemanfaatan Lampu Bawah Air Untuk Nelayan Soropia

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Pemanfaatan lampu bawah air atau Light Aggregation Device (LAD) bagi nelayan, dapat membantu meningkatkan hasil tangkapannya. Jika dibandingkan dengan pemanfaatan lampu permukaan.

Dosen Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Muhamadiyah Kendari (UMK) Edy Hamka mengatakan, lampu LAD adalah alat bantu penangkapan ikan yang beroperasi pada malam hari, alat ini dioperasikan dengan diletakkan didalam air. Katanya, alat ini lebih efektif mengumpulkan ikan dibandingkan lampu yang digunakan dipermukaan.

“Dari segi biaya juga mengurangi biaya operasional nelayan. Karena satu lampu bawah air setara dengan empat lampu permukaan sehingga penggunaan bahan bakar genset lebih sedikit bisa sampai 70 sampai 80 persen,” ungkap Edy Hamka saat membawakan materi simulasi pemasangan lampu LED di hadapan sejumlah nelayan Desa Mawar, Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe, Sabtu 22 September 2018.

Baca Juga:  Awas, Ini Bahaya Pengunaan Gadget pada Anak

Alumni Unhas Makassar ini berharap, inovasi ini dapat membantu nelayan meningkatkan hasil tangkapannya.

Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pemanfaatan light aggregation device (LAD) kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sultra dan UMK ini diikuti nelayan desa Mekar dan pemerintah desanya.

Focus Group Discussion (FGD) pemanfaatan light aggregation device (LAD) kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Sultra dan UMK yang diikuti nelayan desa Mekar

Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi Balitbang Sultra, Rusdin berharap dengan adanya kegiatan ini, nelayan yang berada di pesisir pantai soropia, khususnya desa Mekar, dapat memanfaatkan teknologi lampu bawah air ini, bahkan diharapkan nelayan bisa membuat dan mengembangkannya secara mandiri.

Baca Juga:  Program PPUD UMK, Kembangkan Ikan Air Tawar di Konsel

“Balitbang Sultra berkomitmen untuk menfasilitasi hilirisasi teknologi tepat guna dari Universitas Muhammadiyah Kendari, agar bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat lainnya,” ucap Rusdin.

Arman (43) nelayan desa Mekar, mengaku lampu bawah air ini sangat mereka butuhkan pada alat tangkap sero. Ia pun meminta Kepala Desa Mekar agar dilakukan kegiatan bimbingan teknis secara lebih detail tentang pembuatan lampu bawah air.(b)

Penulis: La Ode Arfa
Editor: Kasmilahi

NEWS FEED