oleh

Bantuan Kelompok Tani Kolaka Disinyalir jadi Obyek Bisnis

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KOLAKA – Bantuan handtraktor yang bakal diperuntukkan bagi masyarakat petani di Kabupeten Kolaka disinyalir menjadi salah satu obyek bisnis oleh oknum Dinas Pertanian dan Holtikultura Kolaka. Padahal semestinya, bantuan bagi kelompok tani tersebut diberikan cuma-cuma.

Tak tanggung tanggung, bagi para penerima harus menyetor terlebih dahulu dana sebesar Rp2 hingga 5 juta jika ingin mendapatkan bantuan tersebut.

Hal itu disuarakan aktivis LSM Forsda, Jabir Lahukuwi saat mengikuti rapat bersama Pemkab Kolaka yang juga dihadiri Bupati Kolaka, Ahmad Safei di Aula Sasana Praja, Rabu 13 Februari 2019.

Baca Juga:  Hari Pertama Tes CPNSD Kolaka Hanya Tiga Peserta yang Lulus

“Memang betul bantuan handtraktor itu untuk petani. Namun anehnya bantuan itu akan diberikan apabila petani menyerahkan sejumlah uang terlebih dulu,” kata Jabir blak-blakan.

Selain handtraktor, beber Jabir, para petani juga harus memberikan puluhan hingga ratusan juta untuk mendapatkan bantuan alat pemotong padi.

Dengan adanya temuan yang didapatkan dari hasil investigasi langsung kepada para petani ini, Jabir berharap agar bupati Kolaka tidak tinggal diam dan segera ambil sikap.

“Ini yang harus kita lihat, apakah kepala SKPD itu betul-betul bekerja untuk rakyat atau hanya mau mengambil keuntungan. Kami harap Pak Bupati jangan diamkan hal seperti ini dan segera menindak lanjutinya,” tekan Jabir.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Pj Bupati Kolaka Sidak Pasar Raya Mekongga

Mendengar hal tersebut, Ahmad Safei mengaku pihaknya telah melakukan evaluasi dan tengah mengumpulkan bukti konkrit usai menerima informasi awal sebelumnya.

“Apa yang disampaikan oleh Pak Jabir itu, kami dengar dan kita juga sudah panggil kemudian lakukan evaluasi SKPD yang bersangkutan untuk dimintai pembuktiannya. Apabila ada yang bisa membuktikan itu maka tinggal pelakunya kita cari,” tegas Safei.(b)

Penulis: Miswan Okyl
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED