oleh

‘Bunga Jati Muna’ Karya Anak Lapas Bernilai Ekonomi

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA – Limbah kayu jati yang banyak ditemukan di wilayah kabupaten Muna disulap oleh warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raha menjadi karya seni yang bernilai jual ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Kepala Rutan Kelas IIB Raha, LM Masrul mengatakan, ide pertama pembuatan kerajinan dari bahan limbah kayu jati ini dicetuskan oleh Kepala Rutan sebelumnya Ahmad Fauzi, sekitar tiga tahun lalu.

Menurutnya, ada sejumlah napi yang mempunyai keahlian khusus dilibatkan pada pekerjaan dibidang pertukangan kayu. Selain kayu, perbengkelan juga ditempatkan beberapa warga binaan.

“Kalau pertukangan kayu itu ada lima warga binaan yang miliki keahlian khusus, ditambah dengan tenaga-tenaga pembantu yang kita ambil dari tahanan sementara untuk membantu. Perbengkelan itu ada dua yang punya keahlian khusus,” ungkap Masrul di ruang kerjanya, Jum’at 25 Oktober 2019.

Baca Juga:  Jadi Pembicara di Dialog PMK3I, Bupati Konsel Beber Kerajinan Limbah Kayu

Rupanya hasil kerajinan ciptaan para napi Rutan Kelas IIB Raha yang diberi nama Bunga Jati Muna itu sudah dua tahun berturut-turut (2017 dan 2018) memenangkan pameran kerajinan di Jakarta.
Bahkan hasil karya para warga binaan itu habis terjual pada pameran tersebut.

“Alhamdulillah, hasil karya Bunga Jati Muna para napi ini sudah kita daftar hak ciptanya dan sudah dua tahun berturut-turut juara I pada pameran di Jakarta beberapa bulan lalu,” beber Masrul.

Mantan Kepala Kesatuan pengamanan Rutan Kelas IIB Raha ini menuturkan, dari hasil penjualan kerajinan para napi itu mempunyai aturan khusus. Menurutnya pembagiannya 35 persen dikembalikan kepada warga binaan, kemudian sisanya 65 persen masih terbagi. Yakni 15 persen untuk pajak, sementara 50 persen di porsikan untuk pembelian bahan dan kebutuhan kerajinan.

Baca Juga:  Rutan Kelas IIB Raha Over Kapasitas

“Jadi selama para napi yang punya keahlian khusus dibina di Lapas, mereka bisa pula mendapat penghasilan tambahan. Dan kedepan saat mereka keluar dapat diterima oleh masyarakat terutama keluarga. Kemudian adanya pembinaan begini, mereka bisa membuka lapangan kerja,” pungkas Masrul.

Selain kerajinan kayu dan perbengkelan, Lapas Kelas IIB Raha kini tengah mengembangkan pembibitan Sapi, Itik, ayam kampung jawa dan perkebunan yang lokasinya berada di area rutan.(b)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Kas

NEWS FEED