oleh

Diduga Tak Punya IPPKH, PT Hafar Indotech Dibeking Oknum Jenderal?

-Pena Hukum-597 views

PENASULTRA.COM, KENDARI – Demi mewujudkan supremasi hukum di Indonesia, Wasekdir Bakornas LKBHMI PB HMI akan terus melakukan upaya pengawalan terkait dugaan ilegal mining PT Hafar Indotech.

Sebelumnya, PT Hafar Indotech telah diadukan di Kementerian ESDM dan KLHK. Untuk memastikan jalanya proses aduan/laporan tersebut, maka Bakornas LKBHMI PB HMI terus melakukan upaya pengawalan pada dua kementerian tersebut.

“Hal ini tentu menjadi perhatian khusus bagi kami sembari menunggu proses lanjutan dari dua kementerian itu. Tak hanya sampai di situ kami juga telah menyediakan beberapa bukti  tambahan lainya demi kepentingan hukum ke depan”, ujar Wasekdir Bakornas LKBHMI PB HMI Iksan Jamal, Jumat malam, 16 April 2021.

Berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, perusahaan tersebut melakukan aktifitasnya pada siang hari dan malam hari. Dan ketika ada aduan atau laporan masuk maka mereka menghentikan aktifitasnya untuk sementara waktu.  Dan parahnya lagi PT Hafar Indotech tersebut tidak menunaikan kewajibanya kepada pemilik lahan sebagaimana yang telah pada perjanjikan sebelumnya.

Tak hanya itu, PT Hafar Indotech juga diduga kuat tidak memiliki IPPKH dan diduga kuat tidak terdaftar dalam database MODI di Kementerian ESDM. Artinya bahwa perusahan tersebut tidak memiliki kewenangan untuk melakukan aktifitas pertambangan apalagi hingga melakukan aktifitasnya dalam kawasan hutan.

“Dampak dari ulah  PT Hafar Indotech tersebut yang pertama adalah terjadi kerusakan lingkungan dan yang kedua terdapat kerugian negara. Dua aspek ini perlu menjadi perhatian bagi pihak penegak hukum untuk segera menghentikan aktifitas PT Hafar Indotech di Sulawesi Tenggara dan segera mengungkap pelaku dari kejahatan ilegal mining tersebut”, tegas Iksan.

“Olehnya itu kami, Kami akan melaporkan dugaan ini ke Kejaksaan Agung, karena terdapat kerugian negara yang sangat besar di situ dan kami akan menyambangi Mabes Polri guna mempresure nama-nama aparat yang diduga kuat membentengi perusahaan tersebut, baik dari kalangan Jenderal sampai dengan bawahan Jenderal itu sendiri, adapun dugaan kuat kami bawahan Jenderal itu adalah berinisial “R”,tukasnya.

Editor: Husain

 

Komentar

NEWS FEED