oleh

Hari Bumi, LPTK dan AKKP Ikut Perangi Sampah Plastik

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, WAKATOBI – Kantor Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi kebanjiran pengunjung. Walaupun terbilang hari libur kerja, LPTK tetap ikut mengkampanyekan hari bumi, Sabtu 21 April 2018.

Kegiatan yang diikuti 123 peserta dari kalangan pelajar di Wakatobi ini mengangkat tema “Jelajah Bumi Wakatobi Tanpa Sampah Plastik”.

Kegiatan ini menjadi momen perang terhadap sampah plastik, penggunaan energi terbarukan, dan upaya konservasi yang dilakukan untuk membantu kelestarian lingkungan.

Kepala LPTK, Akhmatul Ferlin menyampaikan bahwa sampah plastik telah menjadi musuh yang tak boleh diabaikan oleh manusia.

Sejumlah kepala negara saat ini menyatakan perang terhadap material anorganik yang sulit terurai secara alamiah.

Kepada peserta juga ditanamkan tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak dini karena lingkungan yang baik tentunya akan menjaga keberlangsungan kehidupan manusia.

“Pada momen Hari Bumi ini, mari kita semua mulai menjaga lingkungan kita dari sampah plastik dan kurangi pemakaian plastik sekali pakai baik dalam bentuk botol minuman, maupun kemasan barang,” imbaunya dihadapan peserta.

Baca Juga:  Hugua Minta Pemprov Dorong Peningkatan Kunjungan Wisatawan di Sultra

Rangkaian kampanye lingkungan yang dilaksanakan bersama dengan sejumlah organisasi pemerintah maupun masyarakat diantaranya AKKP Wakatobi, Pemda Wakatobi, Komunitas Kamelia, dan ISAKAPALA ini juga membagikan sejumlah botol minuman isi ulang (tumbler) secara cuma-cuma.

Dalam kegiatan Kelas Lestari tersebut, puluhan peserta terlihat antusias mengikuti materi demi materi yang terbagi dalam empat topic utama. Dalam topic energi terbarukan (green technology) misalnya, pemahaman peserta diperdalam melalui kelas lapangan dengan mengunjungi langsung instalasi pembangkit listrik tenaga angin dan matahari di kompleks kantor.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap PLN, LPTK sejak tahun 2011 menjadi pioner karena menerapkan prinsip green energy dalam memenuhi kebutuhan kelistrikan. Pemateri menyampaikan, peserta bisa juga menjadi pejuang green energy dengan menggunakan lampu, televisi, dan kipas angin seperlunya adalah salah satu cara mengurangi penggunaan energi berbahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan.

Baca Juga:  Awal 2019, Wakatobi Terima Hibah Rp83 Miliar Benahi Infrastruktur Wisata
Penyemaian bibit mangrove secara simbolis oleh Wakil Bupati Wakatobi, Kepala LPTK, dan Direktur AKKP Wakatobi

Selain itu pula, para peserta diajak untuk mengenal topografi bawah laut Wakatobi dan potensinya, serta pentingnya menjaga alam Wakatobi dari polusi sampah plastik kaitannya dengan Wakatobi sebagai Cagar Biosfer Bumi. Selanjutnya peserta mengunjungi stasiun cuaca LPTK dan juga inovasi riset teknologi yang telah dihasilkan.

Untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai polusi sampah plastik mulai dari asal, penggunaan, bahaya, serta upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi sampah plastik maka pada akhir sesi kelas lestari ini para peserta diajak menyaksikan film pendek tentang sampah plastik.

Usai gelaran “Kelas Lestari” di gedung LPTK, rangkaian acara hari bumi dilanjutkan dengan penyemaian 2.200 bibit mangrove yang dilaksanakan di desa Melai One yang dikoordinasi oleh AKKP dan dibuka oleh Ibu Wakil Bupati Wakatobi Ilmiati Daud.(b)

Penulis : Deni La Ode Bono
Editor: La Ode Kasmilahi

Komentar

NEWS FEED