oleh

Ini Harapan Ruksamin Untuk Konut

Pesona Kota Kendari

PenaSultra.com, Kendari – Ir Ruksamin menyebut bahwa Konawe Utara yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dapat menjadi masa depan Indonesia. Sebab, Konawe Utara (Konut) kaya akan sejumlah potensi sumber daya alam, berupa tambang, obyek wisata, hasil perikanan, perkebunan dan kelautan.

Garis pantai dan laut yang ada di Konut, kata Ruksamin, sangat luar biasa.

“Selain tambang dan pariwisata, potensi ini (hasil laut) dapat melahirkan industri pengolahan rumput laut yang telah disiapkan bersamaan dengan industri pengolahan tangkap,” kata bupati Konut itu saat pemaparannya di dialog publik yang dikemas dalam Coffee Morning ala penaaktual.com bersama eLFatah Institute di Sky Pool Grand Clarion Hotel Kendari, Sabtu 17 Maret 2018.

Baca Juga:  Bupati Konut Buka Kemah Akbar Kwarcab 2019

Ia mengaku, sudah ada beberapa perusahaan yang melirik potensi tersebut dan mencoba untuk melakukan komunikasi ke Pemkab Konut.

“Insya Allah, masih terus kita lakukan upaya itu. Setelah matang semua perencanaannya, MoU-nya seperti apa dan perizinan lengkap, baru kita gerak. Kalau tidak saya nda mau. Semua harus kita pikirkan, karena masyarakat sekarang tidak mau dijanji,” tekan Ruksamin.

Selain rumput laut, Konut juga memiliki komoditi hasil perkebunan. Di antaranya merica dan lada.

“Ada satu kawasan pembukaan baru di wilayah Konut yang baru kemarin ditetapkan oleh Kementerian Kehutanan RI. Di kawasan itu akan menjadi kawasan percontohan khusus sebagai kebun merica, lada Indonesia,” papar Ruksamin.

“Kami dapat lokasi empat hektar. Dan warga di sana terancam kaya orang-orangnya,” celetuk ketua DPW PBB Sultra itu.

Baca Juga:  Jadi Narasumber Nasional, Bupati Konut Beberkan Pengurangan Resiko Bencana

Untuk dua komoditas hasil perkebunan warga Konut itu, lanjut Ruksamin, pihaknya telah memasarkannya hingga ke luar negeri. Target penjualannya pun mencapai 100 ton perbulannya.

“Kemarin kita habis buka pasar ke Negara Oman,” cetusnya.

Dalam dialog publik ini, selain Ruksamin yang dihadirkan sebagai narasumber, panitia juga menghadirkan pengamat ekonomi nasional Abdul Rahman Farisi dan Kepala Wilayah VII PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) meliputi Sulawesi, Maluku dan Papua, Syafrudin.

Dari pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara diwakili perwakilan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Bina Konstruksi, perwakilan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga.

Sumber: Penaaktual.com

Komentar

NEWS FEED