oleh

Ini Respon Kadikbud Sultra Soal Pengusiran 10 Siswa Saat Ulangan

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Tindakan Yuliana Mesakh, guru SMKN 1 Wundulako, Kabupaten Kolaka yang mengusir 10 siswa saat ulangan semester berjalan, langsung ditanggapi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Damsid.

Menurutnya, apa yang dilakukan oknum guru tersebut merupakan pelanggaran fatal. Sangat tidak berdasar. Sebab, dalih pengusiran ke 10 siswa tersebut hanya dilatarbelakangi mereka belum melunasi iuran komite sekolah.

Baca Juga:  Bantuan Kelompok Tani Kolaka Disinyalir jadi Obyek Bisnis

“Iuran komite tidak ada hubungannya dengan proses belajar mengajar,” kata Damsid, melalui pesan WhatsAppnya, Minggu 27 Mei 2018.

Ia menekankan, jika peristiwa itu benar-benar terjadi, maka pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi kepada oknum guru tersebut termasuk kepala SMKN 1 Wundulako.

“Segera saya turunkan tim dan meminta Kabid SMK untuk menegur kepala sekolah secara lisan dan tertulis,” tegas Damsid.

Baca Juga:  PT. Antam Berbagi Paket Sembako Gratis ke Warga Pomalaa

Sebelumnya, Yuliana Mesakh mengaku bahwa dirinya sengaja mengeluarkan 10 siswa dari ruangan kelas saat ulangan semester kenaikan kelas pada Jumat 25 Mei 2018 lalu.

Hal tersebut ia lakukan dengan alasan untuk memberi efek jera kepada orang tua siswa yang dianggap bandel belum membayar iuran komite sekolah sebesar Rp60 ribu per bulan.(a)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Mochammad Irwan

Komentar

NEWS FEED