oleh

JaDI Sultra Sarankan KPU Fokus Pada Persoalan Teknis

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 27 April 2019, Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Tenggara (Sultra), Hidayatullah sarankan Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Sultra fokus pada persoalan teknis.

“Karena tantangannya adalah meningkatkan partisipasi pemilu 2019 dan meminimalisir kesalahan pada penyelenggara KPPS maupun pemilih di tempat pemungutan suara,” kata Dayat, Jumat 5 April 2019.

Berkaca pada Pemilu sebelumnya, kata Dayat, Golput karena alasan ideologis cendrung tidak signifikan. Justru masalah teknis lebih banyak mempengaruhi golput, yakni terkait ketidak pahaman pemilih serta penyelenggara KPPS juga penyumbang tidak sahnya suara pemilih di TPS.

“Contoh ada petugas lalai tidak menyerahkan formulir C6 atau pemberitahuan memilih. Di sisi lain, ada pula pemahaman yang salah, pemilih berpikir C6 merupakan undangan memilih. Sehingga tanpa itu ia merasa tidak bisa memilih. Akibatnya, ia tak datang ke TPS walaupun sudah masuk Daftar Pemilih Tetap. Dan banyak masalah lainnya,” ujar mantan Ketua KPU Sultra ini.

Baca Juga:  Terkait Dugaan Pelanggaran Jokowi, LKBHMI Desak DPR Panggil Bawaslu dan KPU

Menurutnya, penyelenggara harus prioritaskan sosialisasi kepada petugas dan pemilih harus diperkuat, bukan dengan event musik dan selebaran.

Selain itu, kata Dayat, KPU juga harus memastikan meluasnya penyebaran sosialisasi terkait peraturan yang baru dikabulkan Mahkamah Konstitusi (MK). Yakni penggunaan surat keterangan (Suket) perekaman e-KTP bagi masyarakat yang tidak memiliki e-KTP dan belum masuk DPT.

Baca Juga:  Lacur Citra Kegagalan Legislative-Heavy

“Juga soal perpanjangan layanan pindah memilih dari sebelumnya 30 hari sebelum pemungutan suara menjadi tujuh hari. Jadi bagaimana KPU se-Sultra agar ada tips, metode dan inovasi sosialisasi yang mudah, murah dan partisipatif agar informasi sampai dan tercukupi kepada masyarakat pemilih,” jelas Dayat.

Ia menegaskan, kedaulatan rakyat jangan terciderai akibat penyelenggara tidak maksimal dalam bekerja dan melayani pemilih.

“Jangan sampai slogan KPU Melayani dan slogan Rakyat Berdaulat Negara Kuat justru tercederai hanya dalam satu hari saja. Tragedi PSU 42 TPS di Pilgub Sultra tahun 2018 lalu jangan terulang kembali,” pungkasnya.(b)

Penulis: Yeni Marinda
Editor: Sal

NEWS FEED