oleh

Kementerian ESDM Cabut Izin Ekspor Tiga Perusahaan Tambang di Sultra

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersikap tegas mencabut sementara izin ekspor tiga perusahaan tambang nikel yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketiga perusahaan tambang itu masing-masing, PT. Surya Saga Utama (SSU) di Kabupaten Bombana, PT. Modern Cahya Makmur (MCM) di Konawe dan PT. Integra Mining Nusantara (IMN) di Konawe Selatan.

Pencabutan izin ekspor ini dilakukan lantaran progres pembangunan pabrik pemurnian ore nikel atau smelter yang tengah dilaksanakan oleh ketiga perusahaan dinilai lambat. Belum menampakan kemajuan signifikan.

Baca Juga:  Ini Alasan PT SSU Belum Tuntaskan Pajak ke Pemda Bombana Sebesar Rp8 Miliar

Kementerian ESDM mencatat, kemajuan fisik pembangunan smelter milik PT. SSU sampai saat ini baru mencapai 39,44 persen. Kemudian PT. MCM 76,38 persen dan PT. IMN hanya 20 persen. Setahun terakhir progres tersebut tidak bergeser.

Seperti dikutip dari cnbcindonesia.com pada Kamis 16 Agustus 2018, Bambang Gatot, Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM menegaskan bahwa izin ekspor ketiga perusahaan itu dihentikan karena tidak memenuhi realisasi kemajuan pembangunan fisik pabrik smelter.

Baca Juga:  Smelternya tidak Signifikan, Izin Ekspor PT. Tonia dan PT. Toshida Ditangguhkan

Meski belum menerima surat resmi dari Kementerian ESDM, Kabid Minerba ESDM Sultra, Muhammad Hasbullah Idris menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti kebijakan tersebut.

Menurutnya, kewenangan pemberian dan pencabutan kuota ekspor itu adalah kewenangan pusat, bukan daerah.

“Kalau pusat menghentikan, ya mereka tidak boleh ekspor sampai ada keputusan lagi dari pusat,” tegas Hasbullah, Sabtu 18 Agustus 2018.(a)

Penulis: Mochammad Irwan

Komentar

NEWS FEED