oleh

Munawir Nilai Pemda Mubar tidak Perlu Melakukan Pinjaman Dana

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA BARAT – Anggota DPRD Muna Barat (Mubar) Munawir Dio menilai usulan pinjaman Pemerintah Daerah (Pemda) Mubar senilai Rp200 miliar ke Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan (BLUKK) melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) seharusnya tidak dilakukan.

Menurutnya, pinjaman Rp200 miliar tersebut belum tepat. Sebab, anggaran daerah saat ini masih cukup untuk mendanai pembangunan daerah.

“Saya menilai pinjaman Rp200 milar itu terkesan dipaksakan oleh Pemda Mubar. Karena melihat kondisi anggaran daerah saat ini masih cukup untuk mendanai proyek pembangunan di Mubar,” kata Munawir saat dihubungi via handphone, Rabu 21 November 2018.

Baca Juga:  Pemkab Muna Dinilai Resisten Tanggapi Kunjungan Rajiun di Muna

Tidak hanya itu, Munawir menyebut, kalau alasan usulan dana pinjaman tersebut karena keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mubar mengalami defisit, itu tidak benar.

“APBD Mubar tidak pernah defisit. Buktinya jumlah antara belanja dan penerimaan tidak ada selisih,” bebernya.

Baca Juga:  Walau Tak Diundang, Pemda Mubar Tetap Ucapkan HUT Muna ke 60

Sementara itu, Sekertaris Daerah Mubar, La Ode Muhamad Husein Tali, mengatakan persoalan dana pinjaman tersebut sudah diputuskan oleh DPRD melalui rapat paripurna.

“Jadi Pemda Mubar menganggap tidak ada masalah lagi karena secara kelembagaan DPRD sudah menyetujui. Secara politik DPRD sudah putuskan itu. Dan sebagai mitra, keputusan DPRD tersebut kita menghargainya,” jelas Husein Tali.(b)

Penulis: Zulfikar
Editor: La Basisa

NEWS FEED