oleh

Payah! 4 Bulan Selesai Dikerja, Jalan Aspal di Koltim Mulai “Takupas”

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KOLAKA TIMUR – Diduga kualitas aspal yang kurang bagus, jalan sepanjang kurang lebih 6,5 kilometer (km) yang berada di Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara (Sultra) rusak.

Padahal jalan yang menghubungkan beberapa desa seperti Desa Gunung Jaya, Mulia Jaya, Mekar Jaya dan Tetembuta itu baru saja selesai dikerjakan dengan menggunakan APBD Kabupaten Kolaka Timur tahun 2018.

Dari pantauan awak Penasultra.com, ada 14 titik kerusakan berupa lubang dan terkelupas yang ada dijalan yang selalu dikeluhkan oleh warga.

Arsyad (52), warga sekitar mengatakan, jalan tersebut dulu kondisinya rusak parah. Pemerintah telah membantu dengan membangun kembali. Namun sangat disayangkan, dalam pengerjaannya diduga menggunakan kualitas yang tidak bagus sehingga cepat rusak.

Baca Juga:  84 Km Jalan Kabaena Rusak, Pemuda dan Mahasiswa Demo Bupati Bombana

“Kami sangat senang sekali dengan adanya pembangunan infrastruktur jalan di tempat kami. Akan tetapi, kami juga sangat menyayangkan mengapa dari pihak kontraktor membangun jalannya seperti ini. Ini jalan baru dikerjakan kurang lebih hampir empat bulan lalu dan kondisi jalannya bisa dilihat sendiri, sudah banyak yang rusak,” keluhnya, Jumat 26 April 2019.

Menurutnya, warga sekitar sangat menyayangkan hasil kerja PT. Merah Putih yang menghabiskan anggaran hingga Rp15 miliar.

“Sayang uang pemerintah yang dihabiskan hingga kurang lebih Rp15 miliaran itu kalau hasilnya begini. Pemerintah daerah sudah bagus membangunkan kami jalan, tapi kalau kualitasnya begini, kan rugi juga. Tak hanya pemerintah, masyarakat juga dirugikan,” ketusnya.

Baca Juga:  Hindari Jalan Berlubang, Mobil Mewah Ini Terjun ke Jurang

Ia meminta pihak kontraktor untuk bertanggung jawab dengan hasil pengerjaan jalan tersebut dan menegaskan seharusnya pemerintah daerah ikut turun tangan dalam mengawasinya.

“Pengawasannya sejauh ini bagaimana? Ini juga perlu dipertanyakan. Pemerintah harus bersikap tegas, jangan mau terima kalau hasilnya begini. Karena nanti yang mau menggunakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, pihak kontraktor saat dihubungi melalui telepon selulernya belum bersedia untuk menjelaskan.

Begitu juga saat media mencoba mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) dengan maksud hendak mengkonfirmasi hal ini. Namun tak satu orangpun yang ada di kantor padahal jam baru menunjukkan pukul 14:00 Wita. Kantor dinas PU telah kosong tidak ada penghuninya.(b)

Penulis: A. Rahim
Editor: Yeni Marinda

NEWS FEED