oleh

Pelantikan Anggota BPD di Muna Menyisahkan Kekecewaan Bagi Muslim

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA – Pengukuhan dan Pelantikan 243 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di delapan kecamatan, Kabupaten Muna yang digelar di Aula Setda, Rabu 19 Juni 2019 ternyata masih menyisahkan masalah.

Muslim warga Tampunabale, Kecamatan Pasikolaga yang juga salah satu calon anggota BPD terpilih, menilai pelantikan BPD Tampunabale belum dapat dikukuhkan dan dilantik.

Pasalnya, kata dia, masih ada problem antara dirinya dengan La Ode Amsir, salah satu anggota BPD yang dilantik. Dimana saat pemilihan calon BPD di desanya keterwakilan dusun I, telah terjadi perolehan suara seri antara dirinya dengan La Ode Amsir sama-sama memperoleh 62 suara.

“Saat diumumkan saya dan La Ode Amsir dapat suara yang sama (seri). Maka Pak Kades saat itu katakan akan diambil keputusan dari DPMPD. DPMPD juga sampe sekarang belum melahirkan keputusan, alasannya menunggu-menunggu. Pas mau pelantikan ini hari pak Camat katakan BPD Tampunabale berjumlah enam orang. Padahal keluar SK tadi malam, nama saya sudah tidak ada. Apa dasarnya sampe nama saya dihilangkan,” tanya Muslim dengan nada sinis saat diwawancarai oleh awak media disela pelantikan BPD di Aula Setda Muna, Rabu 19 Juni 2019.

Baca Juga:  DPMPD Muna Dinilai Menghambat Pembangunan Desa

Muslin merasa aneh dengan pernyataan camat saat mengumumkan bahwa jumlah anggota BPD sebanyak enam orang. Padahal menurutnya, jika melihat jumlah penduduk, mestinya anggota BPD yang diangkat maksimal lima orang.

Baca Juga:  Taufan Alam Sebut Rusda-Sjafei Diagungkan Masyarakat Muna

“Kesimpulannya saat itu panitia mau adakan pemilihan ulang serentak, tapi Kades Tampunabale tidak mau, kecuali pemilihan satu lawan satu yang peroleh suara seri saja,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Muslim menuntut ada perlakuan yang adil. Ia juga merasa keputusan yang diambil sudah sangat merugikan dirinya. Pemilihan ulang yang diharapkan, hingga saat pelantikan anggota BPD Tampunabale digelar, tak kunjung dilaksanakan.

“Saya sudah ketemu orang DPMPD, disuruh ke kantor, tapi ini kan sudah dilantik, seandainya itu ditunda untuk pengukuhan desa Tampubale, mungkin masih ada harapan. Rasa kecewanya saya bagaimana?, karna tidak ada keadilan buat saya,” tutup Muslim.(b)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Bas

NEWS FEED