oleh

Pendidikan Sejarah UHO Teken MoU dengan Litbang Agama Makassar

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan Jurusan dan mahasiswa, Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan penandatanganan MoU atau kerjasama dengan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Makassar.

Adapun ruang lingkup kerjasama itu meliputi hasil riset Peran Migran Bugis dalam Pengembangan Pendidikan Keagamaan, pengembangan riset Transliterasi dan Terjemahan Naskah Klasik Keagamaan, pengembangan riset Katalogisasi, Alih Media, dan Laboratorium Naskah Klasik Keagamaan di Kawasan Timur Indonesia serta hasil-hasil riset yang relevan lainnya khususnya terkait dengan sejarah dan kearifan lokal.

“Semua ini merupakan bentuk komitmen Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP UHO dalam rangka pengembangan jurusan dan pengembangan mahasiswa,” kata Ketua Jurusan Pendidikan Sejarah FKIP UHO Pendais Hak, Rabu 27 Maret 2019 di ruang Jurusan Pendidikan Sejarah.

Baca Juga:  Prof Zamrun: Pengembangan Teknologi Harus Berbasis Kearifan Lokal

Pihaknya merasa tertarik untuk melakukan MoU dengan Kementerian Agama itu, tambah Pendais, karena hasil riset itu bisa digunakan untuk pengembangan pembelajaran di Pendidikan Sejarah. Misalnya ada pengembangan model pembelajaran multikultural, nantinya juga ada mata kuliah pendidikan multikultural.

“Contohnya dokumen tentang Wolio. Semua ada dalam hasil penelitian Litbang Agama. Tinggal bagaimana mahasiswa memanfaatkan itu,” ungkapnya.

Pendais mengaku jika MoU dengan Litbang Agama baru pertama kali dilakukan. Dan MoU itu akan berlangsung selama empat tahun dimulai 2018 sampai dengan 2021.

Baca Juga:  Empat Mahasiswa UHO Siap Kerja Praktek di PT Paramitha Persada

“Saya berharap, MoU ini bisa dimanfaatkan dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen-dosen agar bisa mengembangkan tulisan-tulisannya serta memasukan tulisannya di jurnal Litbang Agama Makassar karena sudah terakreditasi,” ulasnya.

Senada dengan Pendais, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Sejarah, Imran Jaya berharap jika MoU itu lebih ditingkatkan lagi bagi seluruh mahasiswa.

“Semoga MoU itu tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tetapi juga bermanfaat bagi seluruh dosen utamanya di Jurusan Pendidikan Sejarah,” tutup Imran.(b)

Penulis: Bas
Editor: Ridho Achmed

NEWS FEED