oleh

Ridwan Bae Ungkap Perjalanan Panjang Pembangunan Jembatan Penghubung di Sultra

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, BAUBAU – Ridwan Bae mengungkapkan bahwa perjuangan pembangunan jembatan penghubung daratan Muna-Kendari serta jembatan penghubung daratan Buton Tengah (Buteng) dan Kota Baubau yang kini telah disetujui Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) RI beberapa waktu lalu butuh proses yang cukup panjang.

Ridwan menyebut, dalam kurun empat tahun lamanya ia menjabat sebagai anggota DPR RI, pembangunan jembatan itu terus diperjuangkannya. Atas kegigihannya, memasuki tahun kelima kesesuaian dengan Kementerian PUPR RI tersebut akhirnya tercapai.

“Alhamdulillah pada tahun keempat dan masuki tahun kelima, sudah kesesuaian dengan Menteri PUPR. Tahun 2019 jembatan penghubung antara Baubau dengan Buteng, kemudian daratan Muna dengan Kendari melalui Tampo-Toli Toli akan dibangun,” kata Ridwan pada awak media di sela kunjungannya di Kelurahan Palabusa, Baabau, Rabu 7 November 2018.

Baca Juga:  Kunjungi Baruta dan Palabusa, Ridwan Bae Serap Aspirasi Masyarakat

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dapil Sultra itu menambahkan, saat memperjuangkan proyek besar tersebut, pihak kementerian sempat berpendapat lain. Sebab menurut mereka, pembangunan jembatan penghubung sebesar itu belum layak dibangun di Sultra.

“Tapi saya selalu berkata kepada pak Menteri ataupun Dirjen bahwa Sultra atau kawasan timur ini tidak boleh dilihat sekarang, tapi justru kita melihat 20 atau 30 tahun akan datang,” kata Ridwan.

Menurut Ketua DPD I Golkar Sultra itu, di Pulau Jawa sudah penuh dengan industri. Sehingga perlu menggiring serta menampilkan pembangunan industri serupa di kawasan timur, khususnya di Sultra.

Baca Juga:  Ridwan Berharap Tetap di Komisi V karena Ingin Wujudkan Kereta Api Masuk Sultra

Lebih jauh Ridwan menjelaskan kalau di Jawa itu swasta yang membangun infrastrukturnya, kemudian pemerintah berikan pendekatan dan dukungan.

“Kalau di kawasan timur Indonesia terlebih Sultra yang harus membangun duluan adalah pemerintah. Setelah pemerintah membangun diharapkan swasta melakukan investasi di situ,” pungkas mantan bupati Muna dua periode itu.

Patut diketahui, selain memperjuangkan pembangunan jembatan penghubung ini, Ridwan Bae juga telah berhasil meyakinkan Pemerintah Pusat untuk pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan Kota Kendari hingga Kolaka Utara.(b)

Penulis: Sudirman Behima
Editor: La Basisa

NEWS FEED