oleh

Rusman Emba Dilapor ke KPK Atas Dugaan Korupsi Penimbunan Motewe

-Pena Hukum-1.939 views

PENASULTRA.COM, MUNA – Angin surga yang digembar-gemborkan Bupati Mun, LM Rusman Emba  terhadap proyek Water Front City selama ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Beberapa kalangan akademisi menilai proyek tersebut hanya sia-sia dan tidak memberi dampak positif bagi kebutuhan masyarakat Kabupaten Muna.

Sekelompok mahasiswa Pascasarjana asal Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyoroti proyek andalan Rusman Emba tersebut. Mereka prihatin dan menilai bahwa hak-hak masyarakat Muna telah dipermainkan karena ada indikasi korupsi pada proyek penimbunan Motewe itu.

Salah seorang Pemerhati Korupsi yang juga mahasiswa Pascasarjana asal Muna, Maul Gani mengaku telah mendapatkan data yang valid. Olehnya itu ia melaporkan langsung kasus ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI pada Senin, 16 November 2020.

“Kepada KPK untuk melakukan penyelidikan adanya dugaan tindak pidana korupsi dan memanggil serta memeriksa Bupati Muna, Kepala Dinas PUPR, dan Pelaksana Pekerjaan sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam rangka untuk kepentingan penyelidikan,” tegas Maul.

Lebih jauh, Maul menegaskan bahwa terdapat puluhan proyek di Kabupaten Muna yang bermasalah. Masyarakat Muna masih banyak yang tidak mengetahui bahwa hak-hak mereka telah dirampas di masa pemerintahan Rusman Emba.

“Kami akan bongkar semuanya. Masyarakat Muna harus tahu bahwa uang mereka terindikasi nyata dirampok di masa pemerintahan Rusman Emba. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Muna dimanapun berada untuk membersihkan Witeno Barakati dari oknum-oknum yang tidak amanah dalam memimpin,” tegasnya.

Salah satu pemerhati Korupsi asal Muna, Ardi Wijaya mengatakani dengan melihat skala prioritas pembangunan, proyek timbunan tersebut tidak urgen. Masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.

“Dari niatnya sangat terbaca. Puluhan Miliar uang masyarakat Muna dibuang di Motewe, sedang disisi lain masih banyak akses jalan, rumah ibadah, kurangnya lapangan kerja, pasar kurang mendapat perhatian. Kita tahu, untung proyek ini besar. Banyak indikasi permainan di dalamnya,” beber Ardi.(b)

Penulis: Husain

Komentar

NEWS FEED