oleh

Seluruh Pegawai BLK Kendari Lakukan Vaksinasi, Kepala BLK Jadi yang Pertama

PENASULTRA.COM, KENDARI – Sebanyak 93 orang pegawai Balai Latihan Kerja Kendari yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), menjalani vaksinasi pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) tahap I di Rumah Sakit Santa Anna Kendari, Kamis, 6 Mei 2021.

Kepala BLK Kendari, Dr La Ode Haji Polondu menuturkan giat vaksinasi yang dilakukan pihaknya merupakan dukungan atas program pemerintah untuk Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) ditengah penyebaran wabah Covid-19.

“Ini menjadi perintah wajib untuk dipatuhi, dan saya sebagai pimpinan menjadi orang pertama yang divaksin sebagai contoh kepada mereka,” katanya kepada wartawan media ini ketika ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, ketika usai disuntikkan vaksin di lengan kirinya, tidak ada efek samping yang dirasakan meski prosesnya dilakukan sementara berpuasa. Namun, ada rekasi yang dirasakan tubuh ketika setelah disuntik yaitu sedikit rasa kantuk yang menyerang.

“Alhamdulillah, tidak ada masalah dan saya rasa cukup baik setelah menerima vaksin, hanya mengantuk sedikit dan itu reaksi yang biasa kata dokter,” jelasnya.

Berkaitan dengan hal itu pula, lanjut Mantan Kepala Bagian (Kabag) Rumah Tangga Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI), ia menghimbau kepada seluruh ASN dan PPNPN yang telah menerima vaksin untuk tetap menjaga diri dan menerapkan protokol kesehatan selama beraktivitas.

Pasalnya, vaksinasi COVID-19 hanyalah salah satu cara yang disiapkan pemerintah, untuk melindungi diri dari penyebaran dan penularan wabah yang hingga kini masih menjadi momok menakutkan bagi dunia.

“Kita tetap harus menerapkan gaya hidup sehat dan bersih serta tetap menerapkan protokol kesehatan agar benar-benar terhindar dari wabah ini. Jadi, kita tidak boleh takabur meski sudah divaksin,” tandasnya.

Orang nomor satu di BLK Kendari ini juga menambahkan, bahwa setelah proses vaksinasi tahap I dilalui pihaknya, masih akan ada vaksinasi tahap II yang harus kembali diikuti.

“Insya Allah, jika tidak ada aral melintang maka proses vaksinasi Covid-19 tahap II atau tahap terakhir akan kembali dilakukan pada 3 Juni 2021 mendatang,” tutupnya.

Editor: Husain

Komentar

NEWS FEED