oleh

Sunandar: Minyak Goreng yang Dipakai Berulang Diduga Memicu Kanker Payudara

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, BOMBANA – Kanker payudara merupakan penyakit yang menyerang kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang dalam payudara yang mayoritas pengidapnya adalah kaum perempuan.

“Penyakit kanker ini umumnya menyerang wanita usia subur dan biasanya baru menimbulkan keluhan setelah sudah memasuki stadium lanjut, dimana yang penyebabnya dicurigai adalah mengunakan inyak goreng berulang ulang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, dr Sunandar pada wartawan Sabtu 21 September 2019.

Selain itu, Kata Sunandar, banyak hal yang menyebabkan munculnya parasit dalam tubuh perempuan. Diantaranya penggunaan penyedap rasa dengan berlebihan seperti bumbu dapur.

Menurut Mantan direktur RSUD Bombana itu, terdapat enam cara sederhana yang disebut SADAR (periksa payudara sendiri) bagi perempuan, untuk mengecek adanya bibit penyakit kangker payudara.

Baca Juga:  126 Jamaah Haji Bombana Dipulangkan

Pertama Berdirilah di depan cermin dengan mengangkat kedua tangan dan pastikan apakah di payudara kamu terdapat perubahan warna seperti kemerahan, kulit mengerut seperti kulit jeruk atau bengkak pada payudara.

Kedua, letakkan kedua tangan pada pinggang dan tekan kuat-kuat untuk mengencangkan otot dada. Perhatikan payudara sambil berkaca dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya.

Ketiga, angkatlah satu tangan kamu dan periksa payudara di sisi tangan tersebut dengan tangan lainnya. Tekan payudara kamu dari atas ke bawah yang dimulai dari sisi yang paling luar kemudian mengarah ke dalam menggunakan tiga jari yang dirapatkan. Kemudian rasakan adakah benjolan pada payudara kamu.

Baca Juga:  LKPD Sultra Minta Kenaikan NJOP di Bombana Ditinjau Ulang

Kemudian keempat, pada posisi yang sama, tekanlah payudara secara melingkar (seperti spiral). Kemudian periksalah payudara seperti pada langkah sebelumnya.

Sementara yang kelima, Selanjutnya tekan payudara seperti memijat ke arah puting dengan menggunakan kedua tangan dan lihat apakah ada cairan yang keluar.

Keenam, pada posisi berbaring, lakukan kembali pemeriksaan.

“Jadi sebelum terlambat lakukanlah pencegahan demi menjaga kesetahan,” tukas Sunandar.(b)

Penulis: Zulkarnain
Editor: Mil

NEWS FEED