oleh

USN Kolaka Keberatan Namanya Dicatut PITC

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KOLAKA – Phinisi Training Center (PITC) Kabupaten Kolaka yang menggelar seminar kewirausahaan belum lama ini, disebut telah mencatut nama Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka.

Pasalnya, pemasangan logo dan nama USN dalam seminar yang melibatkan puluhan mahasiswa USN Kolaka itu dianggap tak memiliki izin dan tanpa sepengetahuan dari pihak USN itu sendiri.

Humas USN Kolaka, Muhammad Asri mengungkapkan, pihaknya merasa tidak dihargai atas tindakan PITC yang telah serta merta mencantumkan logo dan nama USN tanpa adanya koordinasi. Apalagi, USN dan PICT tidak pernah bekerjasama untuk menyelenggarakan seminar yang mengusung konsep memotivasi mahasiswa dalam beriwirausaha itu.

“Sebagai pihak kampus kami berterimakasih dengan kegiatan yang diadakan oleh rekan-rekan PICT. Tetapi memasang logo USN dan mengatasnamakan mahasiswa USN seperti dalam pemberitaan sebelumnya itu sangat tidak tepat,” tegas Muhammad Asri, Kamis 31 Mei 2018.

Baca Juga:  USN Kolaka Buka Penerimaan 115 CPNS Baru

Tak hanya itu, kata Asri, USN juga keberatan karena kegiatan tersebut dibuka oleh Bupati Kolaka non aktif, Ahmad Safei yang notabenenya sedang menjadi salah satu kontestan di Pilkada Kolaka tahun ini.

“Itu menciderai komitmen dan larangan dari Menristekdikti. Bukan hanya USN tapi seluruh kampus terutama perguruan tinggi negeri (PTN), untuk tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis dalam bentuk seminar atau kajian yang menghadirkan calon kepala daerah, apalagi sepihak. Jadi mohon pengertiannya,” jelasnya.

Baca Juga:  Wisudakan 685 Mahasiswanya, Ini Pesan Rektor USN Kolaka

Atas tindakan tanpa kompromi tersebut, secara tidak langsung telah berusaha merusak komitmen USN yang selama ini melarang civitasnya berpolitik praktis di bawah almamater.

“Jauh sebelumnya pak Rektor sudah menegaskan bahwa seluruh civitas akademika USN tetap netral dalam pemilihan kepala daerah serentak 2018. Termasuk dalam kegiatan kampus seperti seminar, diskusi maupun kajian dilarang terdapat kegiatan kampanye pasangan calon kepala daerah,” bebernya.

“Civitas akademika silahkan menyalurkan hak pilih dan dukungannya dengan tidak bertindak sebagai apapun dipangung kampanye termasuk terlibat dalam diskusi terbuka dengan kandidat tertentu untuk kepentingan Pilkada,” ujar Asri menegaskan.(b)

Penulis: Kaulia Akansoro
Editor: Ridho Achmed

Komentar

NEWS FEED