oleh

Warga Desa Ambeipua Temukan Pria Tak Bernyawa dalam Mobil Rush

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KONAWE SELATAN – Warga Desa Ambeipua, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki di dalam mobil Rush warnah putih bernomor polisi DD 803 AM. Laki-laki yang sudah tidak bernyawa itu diketahui bernama Sumaji (47), warga Desa Puosu Jaya, Kecamatan Konda, Konsel.

Ridwan Ibrahim (67), warga Desa Abeipua mengatakan, sekitar pukul 09.00 Wita ia melihat mobil Rush putih terparkir di pinggir jalan, tepat di depan rumahnya. Dan sepulangnya ia dari shalat Jumat masih melihat mobil terparkir posisi seperti semula.

Karena penasaran, akhirnya Ridwan yang ditemani saudaranya pergi mengecek mobil tersebut. Sesampainya di mobil, ia menemukan seorang laki-laki tersandar di kursi pengemudi dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Baca Juga:  Curi Tabungan Haji Tetangga, Pria Tanggung Ini Diciduk Polisi

“Setelah itu saya menelpon Polsek Ranomeeto untuk pengusutan lebih lanjut,” bebernya.

Saksi lainnya, Erik (28) mengaku sempat berbicara via telepon meminta korban agar dijemput. Belum sempat menjelaskan di mana lokasinya, tiba-tiba ia mendengar korban mengeluh sakit dan tiba-tiba mendengar suara mengerok sebanyak tiga kali.

“Setelah itu korban sudah tidak bersuara lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Melani yang merupakan isteri korban mengaku mendapat kabar suaminya meninggal dunia usai dihubungi oleh Erik.

“Katanya suami saya meninggal dalam mobil di Desa Ambeipua, setelah itu saya menuju ke tempat kejadian untuk mengecek. Sampai di lokasi saya kaget suami saya sudah tergeletak dalam mobil dan tidak bernyawa lagi,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Dia Harapan Kapolsek Ranomeeto Terhadap Momentum HUT RI 2018

Kapolsek Ranometo, Ipda Silvia Mardesi mengungkapkan, saat ini korban telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari dan telah dilakukan pemeriksaan luar.

“Alhasil sementara pemeriksaan dari dokter disimpulkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban,” jelas Silvia.

Silvia mengungkapkan, pihaknya menawarkan kepada keluarga korban untuk dilakukan autopsi, namun pihak keluarga menolak.

“Setelah itu dibuatkan surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi dan selanjutnya jenasah akan dikembalikan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.(a)

Penulis: Edi Sartono
Editor: La Ode Muh. Faisal

NEWS FEED