oleh

Yakinkan Publik, AMAN Siap Beber Visi Misi Wujudkan Sultra Emas

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tenggara (Sultra) malam ini menjadwalkan debat Cagub sesi pertama di Grand Clarion Hotel Kendari.

Tiga pasang Cagub masing-masing Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN), Asrun-Hugua (SURGA) dan Rusda Mahmud-Sjafei Kahar (RAISA) dipastikan bakal adu gagasan dan program guna ‘mencuri’ perhatian publik Sultra.

“Pasangan AMAN telah siap memaparkan visi misi untuk meyakinkan bublik bahwa pasangan AMAN layak memimpin Sultra lima tahun ke depan,” ungkap Juru Bicara Ali Mazi, Muhammad Alwan, Kamis 5 April 2018 malam.

Dalam debat perdana yang disiarkan langsung Metro TV ini, KPU Sultra menyiapkan tiga tema besar dari tujuh tema umum sesuai ketentuan regulasi kampanye Pilkada. Ketiga tema itu adalah, reformasi birokrasi, pelayanan publik dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Baca Juga:  Partisipasi Masyarakat Wakatobi di Pilgub Sultra Hanya 67 Persen

Terkait tema sentral debat yang akan dipandu Aviani Malik itu, Alwan menyebut tema tersebut sudah masuk dalam visi misi pasangan AMAN.

“Berbicara reformasi birokrasi itu perlu, namun harus dibarengi dengan inovasi untuk memberikan pelayanan publik secara profesional,” tekan humas AMAN itu.

Istimewa

Debat publik Cagub dan Cawagub Sultra ini merupakan salah satu upaya untuk menyebarluaskan profil, visi dan misi serta program kerja pasangan calon (Paslon) kepada masyarakat.

Dengan adanya debat ini, posisi kebijakan pasangan calon akan dapat di elaborasi lebih dalam dan luas atas setiap tema yang didiskusikan. Harapannya, dapat memberikan informasi yang komprehensif sebagai salah satu pertimbangan masyarakat Sultra dalam menentukan hal pilihnya.

Baca Juga:  Pembangunan RS Jantung Berstandar Internasional di Sultra Dimulai

Dalam menyusun materi debat, kata Ketua KPU Sultra Hidayatullah, pihaknya mendapat masukan dari lima orang Professor sebagai pakar dibidang masing-masing yang memiliki kapasitas dan kredibilitas tinggi.

“Siapa para Profesor dan pakar ini kami sangat merahasiakan agar tidak dapat dilakukan pendekatan oleh para paslon. Demi menjaga kerahasiaan pertanyaan yang diajukan sesuai tema nantinya,” tukas Hidayatullah dalam siaran persnya.(a)

Penulis: Suwarno Nobel
Editor: Mochammad Irwan

Komentar

NEWS FEED