oleh

Bandara Sugimanuru, Aset Pemkab Muna yang Dihidupkan Rajiun Tumada

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, MUNA BARAT – Bandar Udara (Bandara) Sugimanuru merupakan bandar udara yang dibangun sejak zaman pendudukan Jepang. Wilayah banda udara Sugimanuru kala itu masih berada di wilayah Kabupaten Muna.

Setelah mekar, wilayah bandar udara tersebut kini berada di wilayah pemerintah Kabupaten Muna Barat (Mubar) tepatnya di Desa Kusambi, Kecamatan Kusambi.

Selama berada di wilayah kekuasaan pemerintah Kabupaten Muna saat itu, bandar udara kebanggaan masyarakat di Pulau Muna tersebut bisa dibilang mati suri.

Namun, berkat tangan dingin Bupati Mubar LM. Rajiun Tumada kini Bandar Udara Sugimanuru pelan-pelan mulai berbenah. Mulai dari landasan pacu, jalan menuju area bandara hingga pendaratan sejumlah maskapai.

Ditemui di ruang kerjannya, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mubar, Surachman mengatakan Bandara Sugimanuru merupakan bandar udara militer di masa penjajahan. Kemudian setelah zaman kemerdekaan pernah dioperasikan di tahun 80-an dengan maskapai Merpati Airlines. Setelah itu Bandara Sugimanuru mati suri.

Baca Juga:  Baliho Lemkari Muna Dicopot, Zakaria: Apa Karena Ada Foto Rajiun?

“Sempat mati suri sampai kembali direvitalisasi disaat masa pemerintahan Pj. Bupati Muna Barat La Ode M. Rajiun Tumada. Dan nama Sugimanuru diambil dari nama raja Muna ke 6 atau yang bergelar “Omputo Mepasokino Adhati,” kata Surachman belum lama ini.

Surachman menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang masif, khususnya yang berkaitan dengan akses baik dari Bandar Udara Sugimanuru maupun menuju bandara sangat perlu dilakukan.

Menurutnya, dengan keberadaan bandar udara maka intesitas lalu lintas dari dan menuju bandara akan semakin tinggi. Namun membutuhkan dukungan infrastruktur jalan yang memadai.

“Sejak tahun 2015 pemerintah daerah Kabupaten Muna Barat memulai meningkatkan jalan Matarawa-Kusambi diperluas menjadi 16 m dan dibuat dua jalur. Kemudian pada Tahun Anggaran (TA) 2017 kembali dianggarkan pembangunan median jalan. Setelah itu di TA 2018 kembali dianggarkan lagi untuk lanjutan pengaspalan poros Matarawa-Kusambi serta pemasangan lampu jalan sepanjang poros tersebut,” bebernya.

Baca Juga:  ASN Mubar Domisili di Luar Mubar, Loyalitasnya Dipertanyakan

Tidak hanya itu, tambah Surachman, dari arah kota Laworo menuju bandara dilakukan pengaspalan dan peningkatan daerah milik jalan.

“Dari arah kota Laworo menuju bandara yakni poros Guali-Kusambi juga dilakukan pengaspalan dan pelebaran DMJ nya menjadi 11 m. Dari arah tondasi dapat melalui jalur Tondasi – Tiworo – Waturenpe – Wakoila – Kasakamu – Lakawoghe – Guali – Kusambi. Sedangkan dari arah Lawa dapat melalui jalur Wuna – Lafinde – Maperaha – Guali – Kusambi. Peningkatan semua jalan itu sejalan dengan peningkatan struktur ring road kota Laworo juga,” ujar Surachman.

Dikatakannya, semua itu dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam membangun daerah kearah yang lebih baik kedepannya.

“Semua ini adalah bentuk komitmen dan kesungguhan bapak pelopor pembangunan Muna Barat (LM. Rajiun) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tak pernah melupakan sejarah masa lalunya,” pungkas Surachman.(b)

Penulis: Zulfikar
Editor: Bas

NEWS FEED