oleh

Kapitan Sultra Soroti Insiden Kecelakaan Di Jetty PT Cinta Jaya

-Pena Hukum-747 views

PENASULTRA.COM, KENDARI – Insiden kecelakaan yang terjadi di jetti milik PT Cinta Jaya pada 13 Januari lalu menuai sejumlah sorotan. Salah satunya datang dari Koalisi Aktivis Pemerhati Lingkungan dan Pertambangan (Kapitan) Sultra.

Presidium Kapitan Sultra, Asrul Rahmani menilai, kecelakaan yang dialami Andri, Surveyor Cassurin saat mengambil sampel itu merupakan kelalaian perusahaan.

“Karena perusahaan tidak memperhatikan segi keamanan dan keselamatan para pekerja, baik itu di lingkup lokasi pertambangan dan lokasi jetty atau pengapalan,” ucap Asrul pada media ini, Selasa 14 Januari 2020.

Ia menjelaskan, setiap perusahaan harus memperhatikan SOP K3, yaitu ketentuan yang mewajibkan mengenai kondisi kerja pada umumnya. Baik itu perencanaan, perawatan dan pemeliharaan, pengawasan, serta pengujian dan cara kerja peralatan.

Baca Juga:  Mentri ESDM Diminta Tindak Tegas 3 Perusahaan Tambang Di Sultra

Selain itu tugas-tugas pengusaha dan buruh, pelatihan, supervisi medis, P3K, maupun perawatan medis juga harus menjadi perhatian serius perusahaan.

“Ada tidaknya peraturan K3 sangat berpengaruh dengan kejadian kecelakaan kerja. Untuk itu, sebaiknya peraturan dibuat dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan,” ujar Asrul.

Ia menambahkan, hal serupa terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang pekerja di PT Nabusa yang juga tidak terlepas akibat adanya kelalaian perusahaan.

Olehnya itu, Asrul menegaskan, Sahbandar Molawe dan Dinas ESDM Sultra juga harus bertanggung jawab atas insiden naas ini. Ia meminta agar kedua perusahaan tambang terkait diberi sanksi berupa pemberhentian sementara.

Baca Juga:  Kementrian ESDM Diminta Cabut IUP PT Infisdeco

“Supaya ada efek jera, karena ini merupakan keselamatan jiwa manusia. Agar di kemudian hari tidak terjadi lagi kecelakaan dalam melakukan pemuatan ore dan juga aktifitas pertambangan,” tutup Asrul.

Diberitakan sebelumnya, Andri warga Desa Anggamoloare, Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe tewas setelah dihantam alat berat jenis escavator, Selasa 13 Januari 2020 sekitar pukul 08.00 Wita.

Pria tersebut tewas saat mengambil sampel untuk surveyor carsurin di atas tongkang yang sementara memuat ore nikel di Jetty PT Cinta Jaya yang terletak di Desa Mandiodo, Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Penulis: Faisal

NEWS FEED