oleh

Peringatan Harnus ke 63 Momentum Peningkatan Budaya Bahari

PENASULTRA.COM, KENDARI – Perayaan Hari nusantara (Harnus) yang jatuh pada 13 Desember, tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini arean adanya pandemi covid-19, sehingga perayaan Harnus menerapkan protokol kesehatan. Bahkan untuk seluruh rangkaian acara dilakukan secara  e-konvensional full digital hybrid.

Dengan mengangkat tema ‘penguatan budaya bahari demi peningkatan ekonomi digital’ seluruh masyarakat khususnya generasi muda diminta untuk terus meningkatkan budaya bahari.

Dalam peringatan itu, turut hadir secara virtual perwakilan Seluruh Provinsi serta Kabupaten dan Kota di Indonesia. Untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Gubernur, Ali Mazi diwakili Asisten III Setda Sultra, La Ode Mustari bersama  Kepala Dinas Kominfo Sultra, Ridwan Badallah serta beberapa pejabat Eselon III dan IV Diskominfo Sultra yang turut ikut serta secara virtual dalam rangkaian kegiatan hari Nusantara, di aula Rumah jabatan Gubernur Sultra, 13 Desember 2020.

Peringatan Hari Nusantara merupakan momentum dari adanya Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia pada saat itu, Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi ini sebagai bentuk pernyataan kepada dunia bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Dalam sambutan Presiden RI yang diwakili Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, peringatan ini menjadi penting, sebab menjadi salah satu momen sejarah Indonesia. Bahkan para generasi muda diminta agar tidak lupa akan sejarah Hari nusantara. Jadikan ini sebagai momentum pengenalan budaya bangsa.

 “Peringatan hari nusantara merupakan peristiwa yang sangat penting dimana berawal dari Deklarasi juanda. Hari peringatan ini sebagai bentuk penegasan bahwa negara Indonesia merupakan negara dengan wilayah laut terluas di Dunia. Kita tak boleh lupa, dan harus menjadikan agenda ini sebagai bentuk pengenalan budaya bangsa kita,”bebernya.

 Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar peringatan Hari Nusantara 2020 bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi bahari Indonesia.

“Mari kita jadikan  ini sebagai bentuk  melahirkan kembali kekuatan dan kekompakan bangsa guna membangun perekonomian nasional di tengah pandemi. Upaya itu dengan mengoptimalkan teknologi informasi. Ini tentu sesuai dengan tema Harnus yakni penguatan budaya bahari demi peningkatan ekonomi digital, “ucapnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Sultra, La Ode Mustari mengatakan, dengan tema ‘penguatan budaya bahari demi peningkatan ekonomi di era digital’, perayaan Harnas diharapkan  mampu menjadi terobosan budaya bahari guna peningkatan perekonomian daerah.

“Jadi penguatan ekonomi melalui peningkatan budaya maritim harus digaungkan. Bukan itu saja, tapi bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda kita akan pentingnya hari nusantara. Ini juga perlu kita tanamkan,”Kata Mustari, usai kegiatan virtual.

Dia melanjutkan, perayaan ini jangan hanya dibuat seremonial semata, tetapi perlu menjadi momentum mengoptimalkan potensi perekonomian melalui poros maritim.

“Dalam momentum hari Nusantara ini pemerintah perlu meninjau kembali strategi dan capaian pembangunan maritim. Bahkan perlu mempertegas penerapan konsep poros maritim, sehingga haluan pembangunan guna peningkatan perekonomian kita bisa lebih optimal. Terlebih dalam kondisi pandemi saat ini,” pungkasnya.(b)

Penulis: Rahma KP

Editor: Sain

NEWS FEED