oleh

Puluhan Guru dan Komite SDN 08 Rumbia Desak Kaseknya Mundur

Pesona Kota Kendari

PENASULTRA.COM, BOMBANA – Puluhan guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 08 Rumbia, mendesak Kepala Sekolahnya (Kepsek) untuk segera mengundurkan diri dari jabatannya.

Kasek yang diketahui bernama Rosmiati ini, diduga selalu arogan dan sewenang wenang di sekolah. Para guru mengaku sering dilecehkan oleh Ibu Rosmiati saat jam belajar. Hingga rasa kesal memuncak dan 15 guru pun sepakat menandatangani pernyataan sikap agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bombana, segera memindahkan ibu Rosmiati dari SDN 08 Rumbia.

Desakan pemindahan Kasek yang tidak manusiawi ini juga didukung oleh 50 tanda tangan wali murid yang menyetujui pernyataan sikap tersebut.

“Kami tidak tahan lagi dengan sifat arogan yang tak sepantasnya dilakukan seorang pimpinan. Bahkan saat proses belajar mengajar berjalan tiba-tiba datang ibu Kasek dan menyuruh kami keluar dari kelas tanpa alasan yang jelas,” ungkap salah seorang guru yang enggan ditulis namanya, Kamis 04 Oktober 2018.

Baca Juga:  Penilaian FKPT Kemenkes RI, Puskesmas Kabaena Tidak Lulus Akreditasi?

Bahkan lanjut dia, dihadapan para siswa sekalipun sang Kasek selalu merendahkan para guru.

Menurut para guru, sikap sewenang wenang Kasek ini sangat mempengaruhi kenyamanan proses belajar. Hingga mempengaruhi aktifitas belajar para siswa SDN 8 Rumbia.

“Dikbud sudah memediasi dan kami maafkan kelakuan Kasek ini. Tapi kami tetap mendesak agar Kasek Rosmiati dipindahkan dari SDN 8 Rumbia.

Menanggapi desakan pemindahan dirinya, Kasek Rosmiati mengaku tidak menjadi masalah. Pada dasarnya, ia hanya ingin menerapkan kedisiplinan disekolah.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Masyarakat, Umar Arsal Kunjungi Desa Terisolir di Bombana

“Ini hanya persoalan salah paham saja. Saya hanya ingin terapkan kedisiplinan antara murid dengan guru. Kalau memang mereka tidak terima. Saya siap menerima konsekuensi, mau dikasi pindah pun tak ada masalah,” kata Rosmiati saat dikonfirmasi.

Terpisah, Kepala Dikbud Bombana Abdul Rauf Abidin mengatakan bahwa perseteruan antara dewan guru dan kepala sekolah tanggal 16 september 2016 benar adanya dan sudah ada penyelesaian.

“Saya sudah panggil pihak pihak tersebut. Ternyata persoalan miskomunikasi saja antara guru dan kepala sekolah dan kami sudah damaikan mereka alhamndulilah tak ada lagi masalah lagi,” kata Abdul Rauf.

Dan terkait desakan pemindahan Rosmiati Abdul Rauf mengaku belum mengetahuinya.(b)

Penulis: Zulkarnain
Editor: Kas

NEWS FEED